Senin, 19 November 2012

Pembelajaran Jarak Jauh - UAS




1.       Mesnurut saya keduanya seharusnya sejalan. Karena tanpa ada media pembelajaran TIK, maka dosen/guru tidak dapat belajar atau meningkatkan kemampuan menggunakan media pembelajaran TIK. Namun, tiap dosen/guru seharusnya memiliki kemampuan dasar pemahaman internet. Dari internet terdapat segala informasi. Jadi walaupun media pembelajaran belum memadai, jika dosen/guru sudah mempelajarinya di internet, maka ketika media tersebut  ada, tenaga pengajar tidak “terkejut” lagi dengan media-media tersebut.

2.       Faktor pendukung PJJ di Indonesia:
a.       Kondisi geografis di Indonesia sehingga jarak menjadi penghambat tatap muka antara guru dan murid. Maka PJJ bisa dijadikan solusi untuk hal tersebut.
b.      Banyaknya orang-orang yang sulit menemukan waktu untuk terikat dalam kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
c.       Kurangnya ketersediaan buku teks, daya tampung, dan tenaga baik pengajar maupun keryawan untuk pengadaan kelas.
d.      Berkembangnya teknologi informasi komunikasi di Indonesia.

Faktor yang menjadi kendala PJJ di Indonesia:
a.       PJJ masih belum masuk di benak masyarakat pada umumnya. Bagi masyarakat Indonesia, PJJ  masih terlihat “aneh” dan tidak sesuai dengan mindset mereka. Banyak yang masih menganggap kalau tidak bertemu di kelas, berarti belum kuliah.
b.      Walaupun PJJ adalah solusi untuk masyarakat yang memiliki kesulitan dalam menempuh jarak menuju tempat pembelajaran, tetapi hal ini juga menjadi kendala bagi PJJ. Kondisi geografis Indonesia, terutama daerah-daerah terpelosok, sulit untuk dijangkau, baik internet maupun pos. PJJ memang bisa dilakukan, tapi kesulitan tersebut sangat menyita waktu.
c.       Belum meratanya pengadaan TIK dan peningkatan kemampuan penggunaan media TIK di Indonesia, terutama di daerah terpelosok.
d.      Interaksi melalui media-media PJJ tidak semudah interaksi langsung, sehingga hal tersebut menjadi kesulitan dalam menyerap pembelajaran.